perayaan Save The Frogs Day tahun ini SAVE THE FROGS! Ghana akan bergabung dengan kelompok-kelompok lokal untuk berkampanye di Accra pada tanggal 5 Juni 2019. SAVE THE FROGS! Ghana dan para pengunjuk rasa lainnya akan berbaris menuju pusat pemerintahan dan Komisi Kehutanan Ghana untuk menuntut penghentian segera operasi penambangan bauksit yang akan segera dilakukan di Cagar Hutan Atewa Range . SAVE THE FROGS! Ghana akan bergabung dalam protes tersebut bersama Concerned Citizens of Atewa Landscape; A Rocha Ghana ; dan mahasiswa dari STF! Cabang UCAES Ghana .

Pendiri SAVE THE FROGS! , Dr. Kerry Kriger, melihat katak licin Togo (Conraua derooi) yang cantik ini selama SAVE THE FROGS! Ghana tahun 2016. Katak-katak ini berada dalam ancaman serius akibat operasi pertambangan di Perbukitan Atewa.
Jadwal Protes
Aksi protes akan berlangsung dalam dua bagian:
- Mulai pukul 8 pagi hingga 11 pagi, para demonstran akan berpawai di sepanjang rute Presiden dan jalan-jalan utama lainnya yang menuju ke kantor Komisi Kehutanan, sambil membawa plakat yang berisi pesan-pesan seperti:
- “Hutan Atewa memiliki populasi terakhir Katak Licin Togo”
- “Hutan Atewa adalah permata mahkota keanekaragaman hayati Ghana”,
- “Hutan Atewa menopang mata pencaharian kami”,
- “Hutan Atewa adalah warisan kita, bukan bauksit”
- Bersamaan dengan itu, akan ada siaran pers atas nama masyarakat setempat di Pusat Pers Internasional Ghana kepada sekitar 50 media pers nasional. Pernyataan tersebut menuntut pemerintah untuk mempertimbangkan alternatif ekonomi yang ramah lingkungan selain pertambangan, seperti ekowisata. Pernyataan tersebut diharapkan akan ditampilkan dalam siaran berita pukul 12 siang, 6 sore, dan 7 malam kepada sekitar 1 juta warga Ghana dan yang terpenting, kepada pemerintah.

Lahan tandus bekas penambangan ilegal dengan Bukit Atewa di kejauhan
Penambangan dengan Metode Penghancuran Puncak Gunung yang Akan Segera Terjadi
Kami menggelar protes ini sebagai akibat dari perkembangan terkini di mana kontrak baru telah ditandatangani antara Ghana dan China untuk pinjaman sebesar USD 19 miliar. Menurut ketentuan kontrak, pinjaman tersebut akan dibayar kembali dari hasil penambangan bauksit di Cagar Hutan Atewa Range. Hutan tersebut merupakan habitat terakhir dari katak licin Togo ( Conraua derooi ) yang terancam punah dan katak langka lainnya. Hutan ini juga merupakan wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Ghana dan hulu dari dua sungai terbesar di Ghana, yang menyediakan air minum bagi lebih dari separuh populasi manusia di Ghana.

SAVE THE FROGS! Ghana telah berkampanye untuk pembentukan Taman Nasional Atewa Hills sejak pembentukan negara kami pada tahun 2011.
Warga Peduli Lanskap Atewa
Masyarakat setempat yang mata pencaharian, makanan, dan pasokan airnya bergantung pada keberadaan hutan tersebut, telah menyatakan keprihatinan atas pembangunan ini dan dampak penambangan bauksit terhadap layanan-layanan tersebut. Oleh karena itu, sebuah kelompok bernama Warga Peduli Lanskap Atewa telah dibentuk untuk menekan pemerintah agar menghentikan rencana penambangan Hutan Atewa. SAVE THE FROGS! Ghana memanfaatkan kesediaan masyarakat setempat untuk melindungi tanah leluhur mereka, dan dengan dukungan mereka, kami akan membawa kampanye kami ke pusat pemerintahan di Accra.

Mengunjungi kantor pusat A Rocha Ghana di Bukit Atewa untuk menyusun strategi selama Ekspedisi SAVE THE FROGS! Ghana 2016.
Anda dapat bergabung dan mendukung protes tersebut
Kampanye ini sebagian didanai melalui Hibah Save The Frogs Day , yang dimungkinkan berkat para donatur dermawan dari SAVE THE FROGS! dan SAVE THE FROGS! Ghana. Kami mendorong Anda untuk berdonasi guna membantu kami menyelamatkan Hutan Atewa dan Katak Licin Togo yang terancam punah, dan kami menghargai dukungan Anda!
Untuk bergabung dengan kami di Accra atau untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi SAVE THE FROGS! Ghana, Sandra Owusu-Gyamfi: (Telepon: 020 2100 198; Email: sandra@savethefrogs.com )

Hutan Atewa bukan hanya rumah bagi katak yang terancam punah, tetapi juga bunglon, trenggiling, dan lebih dari 700 spesies kupu-kupu. Foto oleh Dr. Kerry Kriger.

