Selamat kepada SAVE THE FROGS! Cabang KNUST Rufford Foundation yang berbasis di Inggris . Hibah sebesar £5.000 (~$6.000) ini akan memungkinkan cabang tersebut untuk memantau katak yang terancam punah dengan teknologi survei mutakhir. Anggota cabang akan memasang perangkat akustik otomatis di sepanjang Sungai Wewe di kampus KNUST untuk memantau katak yang terancam punah sebagai bagian dari Proyek Amfibi Sungai Wewe KNUST (K-WRAP). Selain itu, para mahasiswa akan menanam 1.000 pohon asli, serta menyediakan tempat sampah untuk membuang sampah dengan benar di sepanjang Sungai Wewe. Kampanye untuk menggunakan tempat sampah guna membantu melindungi sungai dan kataknya akan menyebarkan pesan konservasi di daerah perkotaan Kumasi dan sekitarnya.

SAVE THE FROGS! Ghana KNUST Chapter adalah organisasi mahasiswa pertama dari SAVE THE FROGS!yang berbasis di AS, yang berlokasi di Kumasi, Ghana. Penghijauan kembali koridor sungai seperti Sungai Wewe (seperti yang terlihat pada gambar), tempat katak langka hidup, merupakan pilar utama kampanye mereka untuk menyelamatkan katak-katak di Ghana.
Sebelumnya, para ahli biologi di seluruh Afrika sebagian besar mengandalkan metode survei tradisional seperti menyusuri sungai untuk mendengarkan suara katak, atau menggunakan perangkap dan tangan kosong untuk menangkap katak. Metode-metode ini memakan waktu dan dapat mengganggu katak dan habitatnya. Namun, perangkat akustik yang dioperasikan dari jarak jauh akan merekam dan menyimpan suara katak secara otomatis untuk analisis dan identifikasi selanjutnya. Penggunaan teknologi baru ini akan memberikan hasil yang andal tanpa harus melakukan kontak fisik dengan katak atau mengganggu habitatnya yang rapuh.

Para anggota SAVE THE FROGS! Cabang KNUST Ghana belajar tentang amfibi di lapangan di bawah bimbingan Gilbert Adum, salah satu ahli herpetologi terkemuka di Afrika Barat.
Karena pentingnya secara geografis dan keanekaragaman hayati, Sungai Wewe dipilih oleh mahasiswa untuk menguji coba penggunaan perangkat akustik. Sungai Wewe merupakan sistem drainase utama untuk salah satu daerah aliran sungai terbesar di Ghana selatan dan juga rumah bagi 12 spesies katak dan beberapa spesies satwa liar penting lainnya seperti Buaya Kerdil Afrika Barat ( Osteolaemus tetraspis ) yang rentan. Sayangnya, populasi banyak spesies ini menurun drastis karena aktivitas pertanian ilegal, pengambilan kayu bakar, dan pembuangan limbah yang tidak tepat di Sungai Wewe. Dengan demikian, K-WRAP merupakan respons cepat yang tepat waktu untuk mencegah kepunahan katak.

